JAKARTA — Peta elektabilitas calon presiden dalam survei Tempo Data Science Agustus 2026 menunjukkan perubahan signifikan. Dedi Mulyadi muncul sebagai kandidat terkuat dengan elektabilitas 42 persen, jauh meninggalkan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Dalam pertanyaan dengan daftar nama, Dedi Mulyadi memperoleh 42 persen suara responden. Prabowo berada di posisi kedua dengan 15 persen, disusul Anies Baswedan 10 persen. Gibran Rakabuming Raka berada di angka 6 persen.
Dedi juga unggul dalam pertanyaan terbuka. Tanpa diberikan daftar nama kandidat, Dedi memperoleh 41 persen, sementara Prabowo 15 persen dan Anies 10 persen. Gibran dan Sherly Tjoanda masing-masing memperoleh 4 persen.
Perubahan tersebut semakin terlihat jika dibandingkan dengan survei sebelumnya. Elektabilitas Dedi naik dari 19,4 persen pada Desember 2025 menjadi 24,2 persen pada Februari 2026 dan mencapai 42 persen pada survei terbaru.
Sebaliknya, elektabilitas Prabowo turun dari 48,2 persen pada Desember 2025 menjadi 37,6 persen pada Februari 2026 dan kemudian menjadi 15 persen. Anies relatif stabil di kisaran 10 persen.
Meski demikian, peta elektoral tersebut masih sangat cair. Sebanyak 48 persen responden menyatakan masih mungkin mengubah pilihan mereka. Kedekatan dengan rakyat menjadi pertimbangan terbesar dalam memilih presiden, yakni 25 persen, disusul program atau visi-misi 19 persen dan kepribadian atau ketegasan 19 persen.


Komentar