Politik
Beranda » Kepuasan Publik terhadap Pemerintah Merosot

Kepuasan Publik terhadap Pemerintah Merosot

JAKARTA — Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tercatat menurun dalam survei Tempo Data Science Agustus 2026. Sebanyak 37 persen responden menyatakan puas atau sangat puas terhadap kinerja pemerintah.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan hasil survei pada Desember 2025 yang mencapai 75 persen dan Maret 2026 sebesar 58 persen. Dengan demikian, terdapat penurunan sebesar 38 poin persentase dibandingkan Desember 2025.

Dalam survei tersebut, kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Di antara responden yang menyatakan tidak puas, 27 persen menyebut harga kebutuhan pokok yang mahal atau terus meningkat sebagai alasan utama.

Alasan lainnya adalah sulitnya mendapatkan pekerjaan atau tingginya pengangguran sebesar 14 persen serta kondisi ekonomi yang memburuk atau tidak stabil sebesar 13 persen.

Sementara itu, responden yang menyatakan puas memberikan sejumlah alasan, antara lain bantuan sosial yang dirasakan masyarakat sebesar 16 persen dan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 15 persen.

Prabowo: Dana Sudah Ditransfer, Kenapa Jembatan Desa Tak Pernah Dibuat?

Persoalan ekonomi juga menjadi perhatian utama ketika responden ditanya mengenai masalah yang paling dirasakan saat ini. Sebanyak 36 persen menyebut harga kebutuhan pokok yang mahal atau naik, 23 persen menyebut kondisi ekonomi yang sulit atau menurun, dan 16 persen menyebut minimnya lapangan pekerjaan.

Meski penilaian terhadap kinerja pemerintah menurun, sebagian besar responden masih memiliki pandangan positif mengenai kondisi ekonomi rumah tangga mereka. Sebanyak 65 persen menyatakan optimistis kondisi ekonomi rumah tangganya akan membaik dalam satu tahun ke depan.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa penurunan kepuasan terhadap kinerja pemerintah berjalan bersamaan dengan tingginya perhatian masyarakat terhadap persoalan ekonomi, sementara optimisme terhadap kondisi rumah tangga ke depan masih relatif terjaga.

Komentar

Tinggalkan Balasan