JAKARTA — Gerindra masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi dalam survei Tempo Data Science Agustus 2026. Jika pemilu digelar saat survei dilakukan, Gerindra dipilih oleh 20 persen responden, disusul PDIP 16 persen dan Golkar 10 persen.
Di bawah tiga besar, PKB memperoleh 8 persen, NasDem 5 persen, Demokrat 5 persen, PKS 4 persen, PAN 3 persen, PPP 2 persen, dan PSI 2 persen. Sementara itu, 24 persen responden masih merahasiakan pilihan, tidak tahu, atau tidak menjawab.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa posisi tiga partai teratas masih relatif sama dengan peta pilihan pada Pemilu 2024. Namun, terdapat perubahan tingkat dukungan dibandingkan pilihan partai yang disebut responden pada pemilu sebelumnya.
Pada Pemilu 2024, Gerindra disebut dipilih oleh 23 persen responden. Angka tersebut turun menjadi 20 persen ketika responden ditanya partai yang akan dipilih jika pemilu dilakukan hari ini.
PDIP juga mengalami penurunan dari 18 persen menjadi 16 persen. Sebaliknya, Golkar mengalami peningkatan dari 8 persen menjadi 10 persen. Demokrat, PAN, PPP, dan PSI masing-masing meningkat sekitar satu poin, sedangkan PKB, NasDem, dan PKS relatif tidak berubah.
Jika melihat tren sejak Desember 2025, perubahan dukungan antarpartai terlihat lebih jelas. Gerindra mengalami penurunan paling besar, sementara PDIP, Golkar, PKB, NasDem, dan Demokrat menunjukkan peningkatan pada periode terakhir. Dalam survei Agustus 2026, Gerindra berada di 20 persen, PDIP 16 persen, Golkar 10 persen, PKB 8 persen, NasDem 5 persen, dan Demokrat 5 persen.
Loyalitas Pemilih Masih Cukup Kuat
Meski terdapat perubahan pilihan, mayoritas pemilih sejumlah partai masih mempertahankan pilihan mereka dibandingkan Pemilu 2024.
Retensi tertinggi tercatat pada pemilih PKB. Sebanyak 78 persen responden yang menyatakan memilih PKB pada Pemilu 2024 masih memilih partai yang sama saat survei dilakukan. Angka tersebut diikuti PDIP sebesar 76 persen dan Golkar 75 persen.
PAN memiliki tingkat retensi 71 persen, Demokrat 67 persen, Gerindra 62 persen, PKS 59 persen, NasDem 57 persen, dan PSI 60 persen.
Di sisi lain, terdapat pergeseran suara antarpartai. Salah satu yang paling terlihat berasal dari pemilih PSI pada Pemilu 2024. Sebanyak 28 persen pemilih PSI dalam pemilu sebelumnya menyatakan akan memilih Golkar jika pemilu dilakukan hari ini.
Alasan Memilih Partai
Survei juga memotret alasan masyarakat dalam menentukan pilihan partai. Gerindra dan Demokrat relatif kuat pada faktor figur, sementara PDIP dan Golkar lebih menonjol pada loyalitas atau kebiasaan memilih.
Selain itu, dukungan tokoh nasional belum otomatis mengubah pilihan partai. Sebanyak 52 persen responden mengatakan akan mempertimbangkan partai yang didukung tokoh nasional yang mereka sukai. Namun, hanya 21 persen yang menyatakan sangat mempertimbangkannya, sedangkan 31 persen mengatakan akan mempertimbangkan tetapi belum tentu memilih partai tersebut.
Dengan 24 persen responden yang belum menentukan, merahasiakan, tidak tahu, atau tidak menjawab pilihan partai, peta elektabilitas partai dalam survei ini masih menyisakan ruang perubahan. Gerindra tetap berada di posisi pertama, tetapi jaraknya dengan PDIP dan Golkar tidak menunjukkan dominasi sebesar pada periode sebelumnya.


Komentar