JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali melakukan rotasi sejumlah perwira tinggi di lingkungan TNI Angkatan Darat (TNI AD). Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo dipercaya mengisi posisi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).
Tri Budi menggantikan Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa yang sebelumnya menjabat Wakasad. Perubahan tersebut merupakan bagian dari rangkaian mutasi dan rotasi sejumlah jabatan strategis TNI AD pada Oktober 2026.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membenarkan adanya rotasi tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Tri Budi sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan). Dengan penunjukannya sebagai Wakasad, Tri Budi kembali ke struktur pimpinan TNI AD setelah hampir dua tahun menjalankan tugas di lingkungan Kementerian Pertahanan.
Sementara itu, Saleh Mustafa tidak lagi menduduki posisi Wakasad setelah mendapat penugasan baru sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Pernah Pimpin Operasi Nemangkawi
Tri Budi Utomo bukan sosok baru dalam jabatan strategis TNI. Perwira tinggi lulusan Akademi Militer 1994 tersebut memiliki pengalaman di sejumlah posisi penting, termasuk sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres).
Salah satu penugasan yang menonjol adalah ketika Tri Budi dipercaya sebagai Kepala Operasi Nemangkawi TNI di Papua pada 2020-2021.
Dalam posisi tersebut, ia memimpin operasi penanganan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua bersama unsur TNI dan Polri. Pengalaman itu menjadi salah satu bagian penting dalam rekam jejaknya di bidang operasi militer.
Sebelum menjabat Sekjen Kemhan, Tri Budi juga pernah menduduki posisi Wakil Komandan Jenderal Kopassus dan Pangdam VI/Mulawarman.
Bersamaan dengan Pergantian Pangkostrad
Pergantian posisi Wakasad berlangsung bersamaan dengan perubahan sejumlah jabatan strategis lain di tubuh TNI AD.
Letjen TNI Iwan Setiawan ditunjuk menjadi Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar. Iwan sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) TNI AD.
Sementara Mohammad Fadjar bergeser menjadi Staf Khusus KSAD dalam rangka mengikuti proses Tim Penilai Akhir (TPA) untuk penugasan di kementerian atau lembaga.
KSAD Maruli Simanjuntak mengatakan rotasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD. Menurutnya, pergantian jabatan merupakan hal yang lazim dilakukan setelah seorang perwira menjalankan tugas dalam periode tertentu.
“Biasa kan organisasi, sudah bertugas dua tahun. Kita biasa pergantian,” kata Maruli.
Dengan penunjukan Tri Budi Utomo sebagai Wakasad, jajaran pimpinan TNI AD kini diisi sejumlah perwira tinggi dengan pengalaman di berbagai penugasan strategis, baik di lingkungan militer maupun pemerintahan.


Komentar