Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dijadwalkan berangkat ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) untuk meninjau langsung wilayah yang terdampak gempa. Dalam kunjungan tersebut, ia akan didampingi sejumlah menteri dan pimpinan lembaga.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari respons pemerintah terhadap gempa yang melanda wilayah Flores. Dody dijadwalkan terbang pada Sabtu (15/8) malam dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo dengan menggunakan pesawat Boeing 737 milik TNI Angkatan Udara.
Keberangkatan rombongan tersebut menjadi bagian dari upaya cepat pemerintah pusat untuk memastikan penanganan dampak bencana dilakukan secara terkoordinasi. Dalam perjalanan itu, rombongan turut membawa bantuan dari Presiden Prabowo Subianto berupa 50 ribu paket sembako yang nantinya disalurkan kepada warga terdampak melalui Maumere, NTT.
Rombongan juga terdiri atas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, Wakil Menteri Kesehatan, serta Wakil Menteri Sosial. Sejumlah perwakilan dari lembaga pemerintah seperti PLN, Telkom, dan Pertamina turut ikut dalam kunjungan tersebut.
Keterlibatan berbagai kementerian dan lembaga diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan warga sekaligus membantu memulihkan pelayanan dasar di daerah yang terdampak bencana.
Di sisi lain, Menteri PU meminta seluruh jajaran balai yang berada di NTT untuk memperkuat kesiapan serta memberikan dukungan maksimal dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
“Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” kata Menteri Dody, dikutip dari CNN Indonesia.
Dalam penanganan infrastruktur jalan, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT sejak pagi terus memantau sekaligus menangani sejumlah titik longsor yang terjadi di ruas jalan nasional.
Laporan sementara mencatat terdapat longsor di tiga ruas jalan, yakni Ruteng-Km 210 dengan tiga titik, Km 210-Batas Kabupaten Manggarai satu titik, serta Aegela-Batas Kota Ende sebanyak delapan titik. Untuk memastikan jalur tetap dapat dilalui, sejumlah alat berat seperti loader dan excavator telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk mempercepat proses penanganan.
Sementara itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II turut mengecek kondisi sejumlah infrastruktur sumber daya air yang berada di daerah terdampak gempa. Pemeriksaan dilakukan di Bendungan Napungete dan Bendungan Waerita, Kabupaten Sikka, serta Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo. Hasil pemeriksaan secara visual menunjukkan ketiga bendungan masih dalam kondisi baik. Namun, tim masih melakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan struktur bangunan dan komponen pendukung tetap aman setelah gempa.
Selain itu, BWS Nusa Tenggara II juga melakukan penanganan terhadap dampak gempa pada Bendung dan jaringan Daerah Irigasi (DI) Waelaku di Kabupaten Manggarai Timur. Dari hasil pengecekan awal, ditemukan kerusakan ringan pada bagian bendung serta material longsoran yang menutup saluran sekunder.
Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemda, BNPB, dan pihak terkait untuk menangani dampak gempa di NTT. Pendataan serta pemeriksaan kondisi infrastruktur dan fasilitas publik juga masih dilakukan.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu sekitar pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami, namun BMKG mengakhirinya pada pukul 09.00 WITA setelah tidak ditemukan adanya tsunami.
Sejumlah daerah dilaporkan merasakan dampak gempa, di antaranya Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka. Pemerintah masih melakukan pendataan untuk memastikan dampak terhadap warga maupun infrastruktur.


Komentar